Tampilkan postingan dengan label KAJIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAJIAN. Tampilkan semua postingan

Hal-Hal Yang Membatalkan Wudlu

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN WUDLU ITU ADA EMPAT:

(Terjemah Mabdiul Fiqhiyah Juz 3)

  1. Segala sesuatu yang keluar dari dua jalan (qubul dan dubur).

  2. Hilangnya akal dengan sebab mabuk, sakit, gila, pingsan (tidak, sadarkan diri) atau karena tidur yang tidak menetapkan tempat duduknya dari bumi (Jadi kalau tidur sambil duduk tidak batal).

  3. Menyentuh kulit wanita yang bukan mahramnya (yaitu wanita yang boleh dikawin) tanpa penghalang (atau tabir semacam kain dan lain-lain)

  4. Menyentuh kemaluan manusia dengan tapak tangan bagian dalam (Jadi tidak batal kalau menyentuh itu dengan tapak tangan bagian luar atau dengan tepinya tapak tangan ataupun dengan ujung jari-jari tangan).

PENGERTIAN, SEBAB-SEBAB, DAN DO’A SUJUD SAHWI

PENGERTIAN, SEBAB-SEBAB, DAN DO’A SUJUD SAHWI

(Terjemah Mabadiul Fiqhiyah juz 3)

Pengertian sujud sahwi

Yaitu dua kali sujud sesudah membaca Tasyahhud Akhir dan sebelumnya mengucapkan salam

SEBAB-SEBABNYA SUJUD SAHWI

·        Meninggalkan sebagian dari golongan yang termasuk Ab'adnya shalat.

·        Mengerjakan sesuatu karena kelupaan yang umpamanya mengerjakan itu dengan sengaja, maka tentu membatalkan shalat, misalnya berbicara sedikit sebab lupa.

Terjemah Fikih Wadhih Bab Mengusap Dua Muzah (Jilid 1)

Terjemah Fikih Wadhih Jilid 1 (Bab Mengusap Dua Khuf/muzzah)
Hai anakku, seringkali apa yang kamu pakai di kedua kakimu (2 alas kaki yang menutupi anngota wudlu keduanya) kamu menemukan kesulitan dan masyaqot ketika melepasnya beberapa kali untuk membasuh kedua kaki beserta mata kaki dalam wudlu, oleh sebab itu Allah SWT memberi keringanan padamu untuk mengusap dua alas kaki (muzah) sebagai ganti dari membasuh kedua kakimu. Maka mengusapa kedua alas kaki tersebut adalah rukhshoh  keringanan dari Allah SWT dalam wudlu saja, tidak dalam mandi besar.

Syarat membasuh dua muzah
Disyaratkan dalam mengusap dua muzah 4 syarat:
1.       Harus suci keduanya
2.       Harus terbuat dari bahan yang tebal sekiranya tidak mudah rusak dipakai beberapa kali
3.       Harus menutupi dua kaki beserta kedua mata kaki
4.       Harus memulai memakainya setelah menyempurnakan membasuh kedua kaki (wudlu)
 
Masa dibolehkannya mengusap muzah
Lama masa dibolehkan untuk mengusap dua muzah adalah sehari semalam untuk orang mukim di negaranya/ daerahnya. Dan tiga hari tiga malam untuk seorang musafir, masa tersebut dihitung mulai dari awal hadats setelah memakai muzah.
 
Yang membatalkan mengusap muzah
Mengusap muzah batal sebab tiga perkara:
1.       Melepas kedua muzah
2.       Habisnya masa dibolehkan mengusap muzah
3.       Terjadinya perkara yang menyebabkan mandi besar

Hikmah dibolehkan mengusap atas dua muzah
Diantara sesua yang tidak diragukan lagi bahwa agama kita Islam adalah agama yang hanif (Benar) tidak membebani kita kecuali sesuai kadar kemampuan kita. Apabila kita memakai muzah pada kedua kaki kita, maka kita akan menemukan kesulitan yang besar untuk mencopotnya setiap kali berwudlu, oleh sebab itu Allah SWT memberikan keringanan pada kita untuk mengusap dua muzah sebagai ganti dari mengusap kedua kaki beserta mata kaki dalam wudlu, hal itu adalah kemudahan yang tidak diragukan lagi.

Soal-soal:
1.       Apa syarat memakai dua muzah?
2.       Apa saja yang membatalkan mengusap dua muzah?
3.       Apakah boleh mengusap dua muzah sebagai ganti mandi besar?
4.       Berapa hari Allah memberikan kemudahan bagi musafir untuk mengusap dua muzah?
5.       Apa hikmah dibolehkannya mengusap dua muzah?

 

Hukum Al Quran digital


Seiring dengan kemajuan teknologi canggih, semuannya serba digital dan android, bermunculan aplikasi buku yang dapat diakses dengan mudah baik di komputer atau android.

Soal:

Apakah alquran digital tersebut sama hukumnya dengan mushaf Al-Qur'an?

Terjemah FIkih Wadhih bab Tayamum (Jilid 1 )


 Terjemah Fikih Wadhih Jilid 1 (Bab Tayamum)

TAYAMUM

Sebagaimana yang telah kamu ketahui bahwasannya bersuci itu ada kalanya dengan wudhu atau mandi. Kecuali bagi sebagian orang yang terkadang tidak menemukan air sama sekali, seperti orang yang sedang bepergian di gurun, dan bersamanya tidak ada air sama sekali kecuali hanya cukup untuk kebutuhan minum.

Dan sebagian orang terkadang menemukan air, tetapi dia tercegah untuk menggunakannya untuk wudlu atau mandi karena ada sesuatu yang mencegahnya dari menggunakan air seperti sakit yang dihawatirkan akan memperparah pada dirinya.

Hukum menyembelih qurban sekaligus diniati aqiqoh


Hukum menyembelih kambing sebagai qurban sekaligus aqiqoh

SOAL:

Bolehkah aqiqoh untuk salah seorang anak sekaligus diniati sebagai qurbannya anak tersebut?

HUKUM QURBAN KERBAU

Akhir akhir ini marak di media sosial pendapat yang mengatakan bahwa kerbau adalah termasuk binatang yang dikira halal padahal (menurut mereka) kerbau itu haram. Apalagi dibuat qurban.

Lalu apakah benar pendapat tersebut? Bagaimanakah hukum daging kerbau? 
Bolehkan berkurban dengan kerbau?

Hukum membuat lagu atau film untuk mengenang seseorang

Hukum membuat lagu atau film untuk mengenang seseorang

Telah kita ketahui bersama tentang popularitas mendiang seorang artis yang tidak sedikit membintangi layar perak atau layar kaca serta telah menelorkan beberapa album.

Untuk mengenang kepopuleran artis tersebut, ada seorang penyanyi yang menggubah lagu khusus untuk almarhum Begitu pula film, sinetron dan kasetnya sering diputar.

Pertanyaan:

A.      Adakah pengaruh kepada almarhum tentang pemutaran film atau kasetnya?

B.      Bagaimana hukum memutar kaset atau filmnya, mengingat ada     hadits yang berbunyi اذكروا محاسن موتاكم

C.      Apakah isi gubahan lagu yang bermaksud mengenang popularitasnya berpengaruh kepada almarhum?

HUKUM JUAL BELI ONLINE

HUKUM JUAL BELI ONLINE

Saat ini banyak sekali terjadi transaksi jual beli lewat udara. Semisal A membeli barang pada B lewat telepon atau surat. Setelah ada kesepakatan jual beli antara mereka, lantas A mengirimkan uang kepada B, sedangkan B mengirimkan barang yang dijualnya kepada A.

Pengiriman uang dan barang bisa menggunakan jasa pos giro atau jasa lainnya.

Pertanyaan:

Bagaimana hukumnya transaksi jual beli seperti di atas?

Pon. Pes. Mahir Ar Riyadl

Ringinagung Pare Kediri

hukum menanam ari-ari dengan menyalakan lilin di atasnya

SOAL

Bagaimana hukumnya menanam ari-ari (masyimah) dengan menyalakan lilin dan menaburkan bunga-bunga di atasnya ?

Oleh:

Pon. Pes. Al Falah

Kedunglurah Trenggalek

Jawaban :

Perlu diketahui bahwa masyimah ada dua:

1. Masyimah yang tersambung dengan pusar (ari ari).

2. Masyimah pembungkus bayi (uterus).

 

Adapun hukumnya sebagai berikut:

-          Masyimah ( ari ari) sunah dikuburkan jika bayinya tidak mati seketika pada waktu pemotongan. Dan jika bayinya mati seketika pada saat pemotongan atau lahir sudah dalam keaadaan mati, maka hukumnya sama dengan bayinya (Wajib dikuburkan dll).

-          Mengenai masyimah (uterus) tidak ada kewajiban apapun. Semua ketentuan diatas berpijak dari pendapat Al Barmawi.

Referensi:

1.Al Jamal 'Alal Manhaj juz 2 hal. 190

2.Nihayatul Muhtaj juz 2 hal. 494-495

3.Al Bujairomi 'Alal Khothib juz 2 hal. 247


Sedangkan hukum menyalakan lilin karena ada tujuan hukumnya makruh, disebabkan ada unsur menghindari pertanda jelek tapi apabila dibutuhkan hukumnya boleh.

Dan mengenai menaburkan bunga diatas masyimah jika bayinya mati seketika pada saat pemotongan atau lahir dalam keadaan mati hukumnya sunnah. Jika bayinya masih hidup atau yang ditaburi bunga adalah uterus maka hukumnya makruh sebagaimana dalam permasalahan menyalakan lilin.

Referensi :

1. Nihayatul Muhtaj juz 3 hal. 23-24

2.Busyrol Karim juz II hal. 413

3. Hasyiyatul Jamal juz II hal. 200

4. Tuhfatul Muhtaj juz 3 hal. 197


HUKUM UNJUK RASA DAN MOGOK MAKAN

HUKUM UNJUK RASA DAN MOGOK MAKAN

Seringkali masyarakat atau karyawan pabrik menuntut hak-hak mereka dengan berbagai cara. Termasuk diantaranya dengan mengadakan unjuk- rasa atau demonstrasi dengan mogok makan.

Dan mereka yakin bahwa unjuk rasa dengan cara tersebut adalah satu satunya jalan agar tuntutan mereka terpenuhi.

Pertanyaan:

A.      Bagaimana hukum unjuk rasa atau demonstrasi dengan cara mogok makan?

B.      Bagaimana sikap pihak yang dituntut apabila mengetahui bahwa para pengunjuk rasa tidak akan berhenti mogok makan bila tuntutannya tidak dipenuhi?

 

Oleh :

Pon. Pes. Langitan

Langitan Widang Tuban

 

Jawaban:

 

a.       Unjuk rasa diperbolehkan apabila tuntutan dan caranya dibenarkan oleh syara', bahkan menjadi wajib apabila dalam rangka amar ma'ruf nahi munkar Sedangkan unjuk rasa dengan cara mogok makan itu diperbolehkan selama tidak membahayakan diri mereka

Referensi :

1.      Imamatul 'Udzma 489-490

2.      Is'adurrofiq juz 2 hal. 139

 

b.      Bagi pihak yang dituntut wajib memenuhi apabila tuntutan tersebut dibenarkan oleh syara'. Seperti kesepakatan antara pihak manager dan karyawan bahwa upah yang diterima sebesar Rp.10.000,- secara kontan. Sedangkan pelaksanaannya tidak sesuai perjanjian

Referensi:

1.      Al Majalisus Saniyah hal. 99

2.      Tafsir Ibnu Katsir juz I hal. 229


Tidak menyembelih Hewan tapi ingin mendapat pahala Berkurban. inilah macam-macam orang yang berkurban

MACAM-MACAM ORANG BERKURBAN DI HARI RAYA IDUL ADHA 

أربعةٌ نوع الرجال يُعتبر # في أمر أجر ضحيةٍ يومَ النحَر 
Empat golongan, perihal pahala berkurban di hari raya Idul Adha

رجلٌ له مال قليل فاحتسب # ضحّى دجاجة فهذا من صبر
1. Orang yang sabar
"Orang yang memiliki sedikit harta, namun dia ingin mendapatkan pahala, kemudian dia berkurban ayam"

رجٌل له مال كثير أنفقا # بالشاة قد ضحى وهذا من شكر
2. Orang yang bersyukur
"Orang yang memiliki banyak harta dan suka berinfaq, kemudian dia berkurban kambing"

رجلٌ فقير عائل لا يملك # يمنعُه فقرٌ فهذا معتذَر
3. Orang memiliki Udzur (alasan)
"Orang faqir yang tidak memiliki harta, sehingga karena kefakirannya dia tidak bisa berkurban"

رجل غنيٌّ عذره في بخله # يمنعه خوفٌ لفقر فهْو شرّ
4. Orang yang jelek (buruk)
"Orang kaya yang kirir, suka mencari alasan agar tidak berkurban, nyatanya dia tidak berkurban karena takut faqir"

كن أولا أو ثانيا أو ثالثا # لا رابعا، فليتعظ منِ ادّكر
Maka jadilah orang pertama, kedua, atau ketiga, dan jangan jadi yang keempat, semoga bisa menjadi pelajaran (pengingat)

~ أبو حسان باسروان ~

contoh MC bahasa Inggris

 

Assalamu’alaikum. W. Wb

Firstly of all let us pray and praise to Allah SWT because of his bless and mercy, we can come together without any obstacle here  with healthy condition in the  celebrating of National Santri Day.

Secondly, let us greet and pray to our beloved prophet Muhammad SAW who had brought us to the path of light and left the darkness in this life.

The Honorable KH. Nurul Utsman as the head master of yayasan Ihyaul Ulum.

The Honorable Mr. H. Muhammad. Lc as the Head master of Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Ihyaul Ulum
The Honorable all of teachers And my beloved friend.

Ladies and gentlemen,

Here I’m ..................... as the master of ceremony will guide this night. But before starting our agenda, let me explain the agenda schedule of this event.

1.    The first agenda is opening

2.    The second agenda is reading the holy Quran

3.    The third agenda is reding shalawat

4.    The fourth agenda is a speech,

5.    The last agenda is closing

 All blessed audiences, The first agenda is opening. Let’s start this agenda by reading al fatihah  together. Ala hadzihin niyah wa ‘ala kulli niyatin sholohah alfatihah...

 

The second agenda is reading the holy Quran that will be read by .......... Time is yours.

Thank you very much,

The third agenda is reading shalawat that will be deliver by ........

The next agenda is speech, the first speech will be present by......

(time and place are his)

 

And the last is closing, let’s close our agenda by reciting alhamdulillah together. Alhamdulillah...

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

contoh MC bahasa Arab

 

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا اَنْ هَدَانَا الله مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَامُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ اَشْهَدُ اَنْ لَّآ اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ الله اَلَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ وَقَالَ اللهُ تَعَالَي فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: إِنَّانَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُوْنَ. وَقَالَ أَيْضًا إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيَّا لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ... الاية. اَمَّابَعْد.

فَضِيْلَةُ الْكُرَمَاءْ اَلْمَشَايِخْ مَعْهَدْ إحياء العلوم مانيار  اخص صاحب الفضيلة والسعادة الشيخ الحاج نور العثمان 

فَضِيْلَةُ الْكِرَامْ مُدِيْرُ الْمَعْهَدْ اَلْإِسْلَامِيْ إحياء العلوم مانيار  

فَضِيْلَةُ الْكُرَمَاءْ اَلْأَسَاتِذْ وَالْأَسَاتِذَةْ الْمَعْهَدْ اَلْإِسْلَامِي إحياء العلوم مانيار  

أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ الْمُكْرَمُوْن, وَيَآ أَيُّهَا الْمُسْتَمِعُوْنَ الْمَحْبُوْبُوْن, وَيَآ أَيُّهَا الْإِخْوَانْ وَالْأَخْوَاتْ.

 اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَشْكُرُ اللهَ بِرَحْمَتِهِ وَفَضْلِهِ نَحْنُ نَسْتَطِيْعُ أَنْ نُقَابِلَ وَنَجْتَمِعَ عَلَى الْإِحْتِفَالِ فِيْ هَذَا الْمَكَانِ الْمُبَارَكْ هَذَا الْيَوْم إِرْتِقَآءً لِإِيْمَانِنَا وَتَقْوَانَا, آمِيْن.

وَفِيْ هَذِهِ الْفُرْصَةِ السَّعِيْدَةْ يَسُرُّنِيْى أَنْ أُرَحِّبَكُمْ تَرْحِيْبًا حَارًا أَهْلًا وَسَهْلًا وَمَرْحَبًا بِكُمْ فِيْ هَذَا الْمَجْلِسِ الْمُبَارَكْ

أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ الْأَعِزَّاءْ....

قَبْلَ أَنْ نَبْتَدِأَ هَذَا الْبَرْنَامِجْ فَاسْمَحُوْا لِيْ كَرَائِيْسِ الْجَلْسَةْ أَنْ أَقْرَأَ عَلَيْكُمْ تَنْظِيْمَ الْبَرْنَامِجْ وَسِلْسِلَتَهْ فِيْ هَذِهِ الْفُرْصَةِ السَّعِيْدَةْ.

 ١. اَلْبَرْنَامِجُ الْأَوَّلْ هُوَ اَلْإِفْتِتَاحْ

 ٢. اَلْبَرْنَامِجُ الثَّانِيْ هُوَ تِلَاوَةُ مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ الْكَرِيْم

 ٣. اَلْبَرْنَامِجُ الثَّالِثْ هُوَ قِرَآءَةُ الصَّلَوَاتِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

٤. اَلْبَرْنَامِجُ الرَّابِعْ هُوَ الْكَلِمَةُ مِنْ مُدِيْرِ الْمَعْهَدْ

٦. اَلْبَرْنَامِجُ السَّادِسْ هُوَ الدُّعَاءُ وَالْإِخْتِتَامْ

وَيَآ أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ الْمُكْرَمُوْنَ...

اَلْبَرْنَامِجُ الْأَوَّلْ وَهُوَ الْإِفْتِتَاحْ هَيَّا نَفْتَحْ بَرْنَامِجَنَا بِقِرَآءَةِ أُمِّ الْكِتَابْ مَعًا

"عَلَى هَذِهِ النِّيَّةْ وَعَلَى كُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةْ, اَلْفَاتِحَةْ..."

وَبِهَذِهِ الْقِرَآءَةْ عَسَى اللهُ أَنْ يَّجْعَلَ بَرْنَامِجَنَا سَيْرًا حَسَنًا وَيُبَارِكُ فِيْهِ آمِيْن.

   ثُمَّ نُوَاصِلُ إِلَى الْبَرْنَامِجِ الثَّانِيْ وَهُوَ قِرَآءَةُ مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ الْكَرِيْم اَلَّتِيْ سَتَقُوْمُ بِهَا أُخْتُنَا/ أخونا................... اَلْوَقْتُ وَالْفُرْصَةُ مَمْسُوْحَةٌ إِلَيْهَا فَلْيَتَفَضَّلِيْ مَشْكُوْرً. 

شُكْرًا عَلَى تِلَاوَتِهَا اَلطَّيِّبَةْ. بِقِرَآءَةِ هَذِهِ الْآَيَاتْ لَعَلَّنَا أَنْ نَتَذَكَّرَ الَّذِيْ أَنْزَلَهُ وَنَعْمَلَهُ كَمَا يَرْجُوْهُ وَيَرْضَاهُ, آمِيْن.

   ثُمَّ نَنْتَقِلُ إِلَى الْبَرْنَامِجِ الثَّالِثْ وَهُوَ قِرَآءَةُ الصَّلَوَاتْ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلَّتِيْ سَتُلْقِيْهَا أُخْتُنَا ....................... وَإِلَيْهَا فَلْيَتَفَضَّلِيْ مَشْكُوْرًا.

شُكْرًا عَلَى قِرَآءَتِهَا وَبِقِرَآءَةِ الصَّلَوَاتْ, عَسَى أَنْ نَنَالَ الشَّفَاعَةَ الْعُظْمَى مِنْ نَبِيِّنَا محمد صلى الله عليه وسلمَ.

   ثُمَّ نَنْتَقِلُ إِلَى الْبَرْنَامِجِ الرَّابِعْ وَهُوَ الْكَلِمَةُ مِنْ مُدِيْرِ الْمَعْهَدِ الْإِسْلَامِيْ .............. ..... اَلَّذِيْ سَيُلْقِيْهَا كِيَاهِى .............................. اَلْوَقْتُ وَالْفُرْصَةُ مَمْسُوْحَةٌ إِلَيْهِ, وَإِلَيْهِ فَلْيَتَفَضَّلْ مَشْكُوْرًا.

شُكْرًا وَيَهْدِيْنَا إِلَى سَوَاءِ السَّبِيْل.

   

   ثُمَّ نَنْتَقِلُ إِلَى الْبَرْنَامِجِ السَّادِسْ يَعْنِيْ اَلدُّعَاءُ وَالْإِخْتِتَامْ سَتُبَلِّغُهُ يَا هِيْ الحَاجَّةْ .................... وعليها فَلْيَتَفَضَّلِيْ مَشْكُوْرًا..

   قَبْلَ أَنْ نَخْتَتِمَ هَذَا الْحَفْلَ نَحْنُ لَجْنَةُ الْحَفْلِ إِنْ وَجَدْتُمْ اَلْأَخْطَاءْ وَالْغُلَاطَاتْ نَرْجُوْ مِنْكُمْ اَلْعَفْوَ الْكَثِيْر وَهَيَّا نَخْتَتِمْ هَذَا الْحَفْلَ بِحَمْدِ اللهِ (اَلْحَمْدُ لِلَّهْ), جَزَا كُمُ اللهُ أَحْسَنَ الْجَزَاءْ.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

contoh soal ilmu mantiq PTS kelas 4

 

A.Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang tepat!

 

1.      Segala puji bagi Allah yang telah mengeluarkan buah pikiran kepada yang mempunyai.........

a. ilmu

b. harta

c. aqal

d. tahta

2.      Serta menghilangkan..................yang laksana tabir mendung

a. kesulitan

b. kebahagiaan

c.kecerdasan

d. kesuksesan

3.      Sehingga menjadi jelas bagi mereka ilmu pengetahuan laksana..........

a. bulan

b. bintang

c. matahari

d. api

4.      Sehingga mereka dapat melihat secara jelas masalah yang sukar yang tertutup sebagaimana....

a. waktu dluhur

b. waktu fajar

c. gadis pingitan

d. janda

5.      Mushonnif memuji kepada Allah yang maha agung karena ni’mat............

a. rizqi

b. ilmu

c. iman dan islam

d. sehat

6.      Dialah dzat yang memberi keistimewaan  pada kita dengan bernabikan seorang utusan yang paling

a. mulya

b. dermawan

c. amanah

d. sopan

7.      Beliau yang berbangdsa arab dari golongan...........

a.quroisy

b. hasyim

c. aus

d. khozroj

8.   nisbat ilmu mantiq bagi fikiran adalahbagaikan ilmu nahwu bagi.........

a. hati

b. mata

c. lisan

d. otak

9.   hukum mempelajari ilmu mantiq itui ada............. pendapat.

a.2

b. 4

c. 3

d. 5

10. haram mempelajari ilmu mantiq adalah pendapat dari.............

a.imam ghozali

b.ibnu sholat

c.imam nawawi

d. B dan C benar

 

B.Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar!

 

1.      Menemukannya fikiran akan sebuah arti dari sesuatu debgan persis itu disebut........

2.      Menemukannya pikiran akan arti mufrod disebut...............

3.      Menemukannya fikiran akan arti nisbat (rangkaian satuan) disebut..........

4.      Sebuah ilmu yang membutuhkan pemikiran disebut..............

5.      Sebuah ilmu yang tidak membutuhkan pemikiran disebut.............

C. jawablah pertyanyaan dibawah ini !

1.      Buatlah contoh ilmu dloruri...............

2.      Sebutkan 2 dari 3 pendapat tentang belajar ilmu mantiq

3.      Tashdid adalah..................

4.      Hujjah adalah.............

5.      Pengarang kitab mantiq yang kamu pelajari bernama...........