Dunia Maya, Awas Jangan Terpedaya !

Dunia Maya, Awas Jangan Terpedaya !

(Dampak Medsos di Kalangan Remaja)

Oleh : Ahsantu Dzonni

Tidak bisa dibantah bahwa kemajuan teknologi sangat mempengaruhi kehidupan, bahkan karena teknologi, lahir dunia baru yang telah terbukti berdampak besar terhadap kehidupan sosial manusia. Dalam dunia tersebut, sudah tidak ada lagi yang namanya batasan, baik jarak maupun waktu semua menjadi hilang. Ya, dialah Dunia Maya.

Dunia maya, juga dikenal sebagai cyberspace, merupakan konsep yang menggambarkan teknologi digital yang saling terhubung secara luas. Istilah ini pertama kali muncul pada dekade pertama penyebaran internet dan mengacu pada dunia online yang berbeda dari realitas sehari-hari. berbagai macam platform dan situs web tersedia di dalam dunia manya ini, diantaranya media sosial seperti Youtube, Facebook, Instagram, dan Twitter yang hampir digunakan oleh semua penduduk bumi.

Seseorang remaja bisa menghabiskan waktu hampir seharian dengan berbagai macam gadget untuk bekerja, berinteraksi, dan bermain seperti yang mereka lakukan di kehidupan nyata. Dari data yang ada,  di Indonesia, jumlah pengguna aktif media sosial pada Januari 2023 sebanyak 167 juta orang, yang setara dengan 60,4% dari total populasi penduduk di Indonesia. Dan hampir keseluruhannya  adalah di kalangan remaja.  Meskipun hal tersebut mempunyai banyak manfaat, namun banyak dampak negatif yang ditimbulkan.

Berikut diantara  dampak negatif yang diakibatkan oleh penggunaan media sosial terutama di kalangan remaja:

  1. Kegelisahan (anxiety): Penggunaan media sosial dapat menyebabkan kecemasan dan stres pada remaja. Perbandingan yang konstan dengan orang lain dan tekanan untuk menjaga citra tertentu dapat berdampak pada kesejahteraan mental mereka.
  2. Kurang tidur: Penggunaan media sosial yang berlebihan, terutama pada malam hari, dapat mengganggu pola tidur remaja dan menyebabkan kurang tidur. Hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.
  3. Perundungan siber (cyberbullying): Media sosial dapat menjadi tempat terjadinya perundungan siber, di mana remaja dapat mengalami pelecehan, ancaman, atau penghinaan secara online. Hal ini dapat memiliki konsekuensi emosional dan psikologis yang serius.
  4. Iri hati (jealousy): Media sosial seringkali menampilkan momen-momen terbaik dalam kehidupan orang lain, yang dapat menyebabkan perasaan iri dan kurang puas pada diri sendiri. Paparan yang terus-menerus terhadap gambar-gambar yang dipilih dengan hati-hati dapat menciptakan harapan yang tidak realistis.
  5. Kurang komunikasi: Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menghambat komunikasi tatap muka dan mengurangi interaksi sosial di dunia nyata. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan remaja dalam mengembangkan keterampilan sosial dan menjalin hubungan yang bermakna. 
Melihat dari sekian dampak buruk tersebut, Penting bagi remaja untuk menyadari dampak negatif ini dan menggunakan media sosial dengan tanggung jawab. Komunikasi terbuka dengan orang tua, wali, atau orang dewasa yang dipercaya, dan yang paling penting adalah pengetahuan tentang agama yang mendalam adalah bisa menjadi benteng yang kuat dalam kehidupan dunia Maya tersebut. Diriwayatkan dari Abu Malik Al-Ash`ari ra. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menjaga dirinya dari perkara yang meragukan, maka dia telah menjaga agamanya dan kehormatannya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menjaga lidahnya, menjaga kemaluannya, dan menjaga tangannya dari berbuat maksiat, maka dia akan masuk surga." (HR. Tirmidzi).  Hadits lain juga menyebutkan, "Barangsiapa yang menjaga dirinya dari perbuatan zhalim, maka dia akan mendapatkan cahaya di hari kiamat." (HR. Muslim). Wallahu a’lam.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar