Materi Lengkap Qurdis MTs untuk Ujian Akhir: Tajwid, Ayat Al-Qur’an dan Hadis Sahih Disertai Penjelasan

Panduan belajar Qurdis MTs paling lengkap untuk persiapan Ujian Akhir. Berisi pembahasan tajwid (mad wajib, mad lazim, bacaan gharib), ayat-ayat pilihan tentang kekuasaan Allah, optimis, sabar, infak, serta kumpulan hadis sahih dan kandungannya. Cocok untuk kelas 7, 8, dan 9.

 

A. Hukum Bacaan Mad

1.      Mad Thabii (Mad Asli)

Pengertian:
Mad yang terjadi karena adanya huruf mad
(ا، و، ي) tanpa sebab hamzah atau sukun setelahnya.

Panjang bacaan: 2 harakat.

Syarat:

-          Alif setelah fathah (قَالَ)

-          Wawu sukun setelah dhammah (يَقُولُ)

-          Ya sukun setelah kasrah (فِي)

2.      Mad Fari

A.    Mad Wajib Muttasil

-          Huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata.

-          Panjang: 4–5 harakat.

-          Contoh: جَاءَ

 

B.     Mad Jaiz Munfasil

-          Huruf mad bertemu hamzah di kata berbeda.

-          Panjang: 4–5 harakat.

-          Contoh: فِي أَنْفُسِكُمْ

 

C.    Mad ‘Iwad

-          Berhenti pada tanwin fathah.

-          Panjang: 2 harakat.

-          Contoh: عَلِيمًا → عَلِيمَا

 

D.    Mad Layyin

-          Wawu/ya sukun setelah fathah.

-          Dibaca ketika waqaf.

-          Panjang: 2–4 harakat.

-          Contoh: خَوْف

 

 

E.     Mad ‘Aridl Lissukun

-          Mad thabi’i bertemu huruf hidup lalu diwaqafkan.

-          Panjang: 2, 4, atau 6 harakat.

 

F.     Mad Silah

-          Ha dhamir di antara dua huruf hidup.

-          Qasirah (2 harakat)

-          Thawilah (4–5 harakat jika bertemu hamzah)

 

G.    Mad Badal

-          Hamzah bertemu huruf mad.

-          Panjang: 2 harakat.

-          Contoh: آمَنُوا

 

H.    Mad Tamkin

-          Dua huruf ya bertemu.

-          Panjang: 2 harakat.

 

I.       Mad Farqi

-          Untuk membedakan kalimat tanya.

-          Panjang: 6 harakat.

 

J.      MAD LAZIM (المد اللازم)

A.    Pengertian Mad Lazim

Mad Lazim adalah mad yang terjadi karena huruf mad (ا، و، ي) bertemu huruf bersukun asli (sukun tetap), baik dalam satu kata maupun dalam huruf muqatha’ah di awal surah.

Ciri Utama:

1.       Ada huruf mad.

2.       Setelahnya terdapat sukun asli (bukan karena waqaf).

3.       Wajib dibaca 6 harakat (panjang penuh).

4.       Tidak boleh kurang atau lebih.

 

B.     PEMBAGIAN MAD LAZIM

Mad Lazim terbagi menjadi 2 kelompok besar:

a.       Mad Lazim Kilmi

b.       Mad Lazim Harfi

Masing-masing terbagi lagi menjadi:

-          Mukhaffaf (ringan/tanpa tasydid)

-          Mutsaqqal (berat/dengan tasydid)

 

1.      MAD LAZIM KILMI (Dalam Satu Kata)

Terjadi apabila: Huruf mad bertemu huruf bersukun asli dalam satu kata.

 

2.      Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal

Pengertian:

Huruf mad bertemu huruf bersyaddah (tasydid) dalam satu kata.

Karena tasydid = dua huruf (huruf pertama sukun asli), maka dibaca panjang 6 harakat. Contoh:

الضَّالِّينَ
Pada kata ini:

Ada mad thabi’i sebelum huruf lam yang bertasydid Maka dibaca 6 harakat.

Cara membaca: الضَّاااااالِّينَ  6 harakat

 

3.      Mad Lazim Kilmi Mukhaffaf

Pengertian:

Huruf mad bertemu huruf bersukun asli tanpa tasydid dalam satu kata.

Contoh: آلْآنَ

 

4.      MAD LAZIM HARFI (Pada Huruf Muqatha’ah)

Terjadi pada huruf-huruf terputus di awal surah.

Contoh huruf muqatha’ah:

-          الم

-          كهيعص

-          طه

-          يس

Huruf yang dibaca mad lazim adalah huruf yang terdiri dari 3 huruf ejaan, huruf tengahnya huruf mad, huruf terakhirnya sukun.

5.      Mad Lazim Harfi Mutsaqqal

Pengertian: Huruf muqatha’ah yang setelah huruf mad terdapat huruf yang diidghamkan (bertasydid).

Contoh:

Pada awal QS. Al-Baqarah:
الم

Huruf "لام" dan "ميم":

Dibaca 6 harakat. Karena termasuk huruf yang mengandung mad lazim harfi.

 

6.      Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

Pengertian: Huruf muqatha’ah yang tidak terjadi idgham (tidak ada tasydid).

Contoh: ق pada awal QS. Qaf

Cara baca:
قاااااافْ (6 harakat)

B. BACAAN GHARIB (القراءات الغريبة)

A. Pengertian Bacaan Gharib

Bacaan gharib adalah bacaan Al-Qur’an yang dianggap “tidak biasa” karena cara membacanya berbeda dari kaidah umum tajwid, dan hanya terdapat pada kata/ayat tertentu dalam Al-Qur’an.

Disebut gharib (asing) karena:

·         Jarang muncul

·         Tidak mengikuti pola umum tajwid

·         Perlu latihan khusus

📚 JENIS-JENIS BACAAN GHARIB

Sesuai kisi-kisi, bacaan gharib meliputi:

1️. Imalah
2. Isymam
3. Tashil
4. Naql
5. Mad/Qasr (perbedaan riwayat)

 

1.      IMALAH (الإمالة)

🔹 Pengertian

Imalah adalah membaca fathah condong ke arah kasrah, dan alif condong ke ya.

Jadi tidak dibaca “a” murni, tetapi mendekati “e”.

🔹 Ciri

·         Ada alif setelah huruf berharakat fathah

·         Dibaca miring (antara a dan e)

🔹 Contoh

Dalam QS. Hud ayat 41:

مَجْرٰىهَا

Dibaca:
Majreeha (condong ke “e”)

🔹 Cara Membaca

·         Fathah tidak penuh

·         Suara condong ke kasrah

·         Bibir tidak terlalu terbuka

2.      ISYMAM (الإشمام)

🔹 Pengertian

Isymam adalah membaca dengan memonyongkan bibir setelah sukun, tanpa mengeluarkan suara dhammah.

Jadi terdengar seperti sukun, tetapi ada gerakan bibir.

🔹 Ciri

·         Tidak terdengar bunyi dhammah

·         Hanya terlihat pada gerakan bibir

·         Biasanya saat waqaf

🔹 Contoh

Dalam QS. Yusuf ayat 11:

لَا تَأْمَنَّا

Ketika waqaf, dibaca dengan isymam.

🔹 Cara Membaca

1.      Baca sukun biasa

2.      Setelah itu bibir dimonyongkan seperti mengucap “u”

3.      Tidak ada suara tambahan

🔹 Catatan

Isymam hanya bisa diketahui jika melihat guru membaca, karena tidak terdengar dalam audio.

 

3.      TASHIL (التسهيل)

🔹 Pengertian

Tashil adalah meringankan pengucapan hamzah, terutama jika ada dua hamzah berurutan.

🔹 Ciri

·         Dua hamzah bertemu

·         Hamzah kedua dibaca antara hamzah dan alif

🔹 Contoh

Dalam QS. Fussilat ayat 44:

ءَأَعْجَمِيٌّ

Hamzah kedua dibaca ringan (tidak ditekan penuh).

🔹 Cara Membaca

·         Tidak ditekan keras

·         Tidak jelas seperti hamzah penuh

·         Dibaca ringan di antara hamzah dan alif

 

4.      NAQL (النقل)

🔹 Pengertian

Naql adalah memindahkan harakat hamzah ke huruf sebelumnya, lalu hamzah tidak dibaca.

🔹 Ciri

·         Ada hamzah sukun

·         Harakatnya pindah ke huruf sebelumnya

🔹 Contoh

Dalam QS. Al-Hujurat

Kata yang mengandung hamzah sukun tertentu dalam riwayat Warsh.

🔹 Cara Membaca

·         Hamzah tidak dibaca

·         Harakatnya dipindahkan ke huruf sebelumnya

🔹 Catatan

Naql lebih dikenal dalam riwayat Warsh, bukan Hafs (yang umum di Indonesia), tetapi tetap masuk materi teori.

 

5.      MAD / QASR

🔹 Pengertian

Perbedaan panjang bacaan karena perbedaan riwayat qira’at.

·         Mad = dipanjangkan

·         Qasr = dipendekkan

🔹 Contoh

Dalam beberapa kata di QS. Al-Fatihah terdapat perbedaan panjang bacaan dalam riwayat tertentu.

🔹 Fokus Ujian

·         Memahami bahwa ada perbedaan cara baca dalam qira’at

·         Mengetahui mad dibaca panjang, qasr dibaca pendek

 

AYAT-AYAT AL-QUR’AN DAN KANDUNGANNYA

1.       Kekuasaan dan Rahmat Allah Swt.

📖 A. QS. Al-Baqarah: 164

Potongan ayat:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ... لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Makna ringkas:
Dalam penciptaan langit, bumi, pergantian malam dan siang, kapal di laut, hujan, dan makhluk hidup terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang yang berpikir.

🧠 Isi Kandungan:

·         Allah Maha Kuasa menciptakan alam.

·         Alam adalah bukti kebesaran Allah.

·         Perintah berpikir (tafakkur).

🎯 Sikap yang harus dimiliki:

·         Meningkatkan keimanan.

·         Bersyukur atas nikmat Allah.

·         Menjaga lingkungan.

📖 B. QS. Ar-Rahman

Ayat terkenal:

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Makna:
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

🧠 Kandungan:

·         Allah Maha Pengasih.

·         Nikmat Allah sangat banyak.

·         Manusia tidak boleh mengingkari nikmat.

2️ Ayat tentang Sikap Pemurah

📖 QS. Ali Imran: 92

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ

Makna:
Kamu tidak akan mencapai kebajikan sebelum menginfakkan harta yang kamu cintai.

🧠 Kandungan:

·         Infak dari harta terbaik.

·         Ikhlas dalam memberi.

·         Melatih kepekaan sosial.

🎯 Penerapan:

·         Bersedekah.

·         Tidak pelit.

·         Membantu teman yang kesulitan.

3 Ayat tentang Optimis dan Sabar

📖 A. QS. Al-Insyirah: 5–6

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Makna:
Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

📖 B. QS. Al-Baqarah: 153

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Makna:
Allah bersama orang-orang yang sabar.

🧠 Kandungan:

·         Jangan putus asa.

·         Sabar dalam ujian.

·         Optimis menghadapi masa depan.

4️ Ayat tentang Infak di Jalan Allah

📖 QS. Al-Baqarah: 261

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ ... كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ

Makna:
Perumpamaan orang yang berinfak seperti satu biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, tiap tangkai seratus biji.

🧠 Kandungan:

·         Pahala dilipatgandakan.

·         Infak tidak mengurangi harta.

·         Allah Maha Luas karunia-Nya.

5️ Ayat tentang Dunia dan Akhirat

📖 QS. Al-Qashash: 77

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

Makna:
Carilah negeri akhirat dengan apa yang Allah berikan kepadamu dan jangan lupakan bagianmu di dunia.

🧠 Kandungan:

·         Seimbang dunia–akhirat.

·         Dunia bukan tujuan utama.

·         Hindari hedonisme.

6️ Ayat tentang Jujur dalam Bermuamalah

📖 QS. Al-Mutaffifin: 1–3

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ
الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ

Makna:
Celakalah orang-orang yang curang dalam timbangan.

🧠 Kandungan:

·         Haram menipu.

·         Wajib jujur dalam jual beli.

·         Ancaman bagi pelaku kecurangan.

🎯 Penerapan:

·         Tidak menyontek.

·         Jujur dalam transaksi.

·         Amanah.

7 Ayat tentang Semangat Menuntut Ilmu

📖 QS. Al-Mujadilah: 11

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Makna:
Allah meninggikan derajat orang-orang beriman dan berilmu beberapa derajat.

🧠 Kandungan:

·         Ilmu meninggikan derajat.

·         Belajar adalah ibadah.

·         Hormati guru.

 

HADIS SAHIH DAN KANDUNGANNYA

1. Hadis tentang Kekuasaan dan Rahmat Allah

📖 Hadis Riwayat Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim

إِنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي

Artinya:
“Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku.”

🧠 Kandungan:

·         Allah Maha Pengasih.

·         Pintu taubat selalu terbuka.

·         Jangan putus asa dari rahmat Allah.

🎯 Sikap yang Sesuai:

·         Optimis dalam bertaubat.

·         Tidak mudah berprasangka buruk kepada Allah.

·         Memperbanyak amal saleh.

2.      Hadis tentang Sifat Pemurah dan Menjauhi Kikir

📖 Hadis Riwayat Sahih al-Bukhari

اليَدُ العُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اليَدِ السُّفْلَى

Artinya:
“Tangan di atas (yang memberi) lebih baik daripada tangan di bawah (yang meminta).”

🧠 Kandungan:

·         Islam menganjurkan memberi.

·         Kikir adalah sifat tercela.

·         Kemuliaan ada pada orang yang suka berbagi.

🎯 Penerapan:

·         Gemar bersedekah.

·         Membantu teman.

·         Tidak boros dan tidak pelit.

3.  Hadis tentang Optimis dan Sabar

📖 Hadis Riwayat Sahih Muslim

عَجَبًا لأَمْرِ المُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ...

Artinya:
“Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin, semua urusannya baik baginya…”

Jika mendapat nikmat → bersyukur
Jika mendapat musibah → bersabar

🧠 Kandungan:

·         Mukmin selalu untung.

·         Sabar dan syukur kunci kebahagiaan.

·         Tidak mudah mengeluh.

4️. Hadis tentang Infak di Jalan Allah

📖 Hadis Riwayat Sahih Muslim

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Artinya:
“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”

🧠 Kandungan:

·         Harta bertambah dengan sedekah.

·         Allah mengganti dengan keberkahan.

·         Infak membawa pahala besar.

🎯 Sikap:

·         Tidak takut miskin karena sedekah.

·         Ikhlas dalam memberi.

5️. Hadis tentang Peduli Sosial dan Lingkungan

📖 Hadis Riwayat Al-Mu'jam al-Awsat (riwayat sahih makna)

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Artinya:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”

🧠 Kandungan:

·         Islam mengajarkan kepedulian sosial.

·         Hidup harus memberi manfaat.

·         Peduli terhadap masyarakat dan lingkungan.

6️. Hadis tentang Dunia dan Akhirat

📖 Hadis Riwayat Sahih al-Bukhari

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

Artinya:
“Hiduplah di dunia seakan-akan engkau orang asing atau musafir.”

🧠 Kandungan:

·         Dunia hanya sementara.

·         Fokus pada amal akhirat.

·         Tidak berlebihan mencintai dunia.

7️. Hadis tentang Jujur dalam Bermuamalah

📖 Hadis Riwayat Sunan at-Tirmidhi

التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ

Artinya:
“Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang shiddiq dan syuhada.”

🧠 Kandungan:

·         Jujur adalah sifat utama.

·         Kejujuran membawa kemuliaan.

·         Larangan menipu.

8️. Hadis tentang Semangat Menuntut Ilmu

📖 Hadis Riwayat Sunan Ibn Majah

طَلَبُ العِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya:
“Menuntut ilmu wajib atas setiap muslim.”

📖 Hadis Riwayat Sahih Muslim

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ

Artinya:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.”

🧠 Kandungan:

·         Ilmu adalah kewajiban.

·         Belajar bernilai ibadah.

·         Ilmu membawa ke surga.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar