A. Pilihan Ganda
1.
Seorang guru menyusun tujuan pembelajaran
materi Kondisi Jazirah Arab Pra Islam agar peserta didik memiliki keimanan dan
akhlak mulia. Rumusan tujuan ranah sikap yang paling tepat adalah…
A. Peserta didik mampu menjelaskan kondisi
geografis Arab
B. Peserta didik mampu menganalisis sistem kepercayaan Arab
C. Peserta didik menunjukkan sikap syukur atas diutusnya Nabi Muhammad SAW
D. Peserta didik mampu menyebutkan tradisi Arab jahiliyah
E. Peserta didik mampu membandingkan sistem sosial Arab
2.
Tujuan pembelajaran ranah pengetahuan materi
Nabi Muhammad sebelum hijrah yang mendorong berpikir kritis adalah…
A. Menyebutkan silsilah Nabi
B. Menghafal peristiwa hijrah
C. Menganalisis strategi dakwah Nabi di Makkah
D. Menuliskan tanggal hijrah
E. Mengidentifikasi nama sahabat
3.
Pada materi kepemimpinan Abu Bakar, rumusan
tujuan keterampilan yang menumbuhkan gotong royong adalah…
A. Menghafal kebijakan Abu Bakar
B. Membuat proyek diskusi kelompok tentang musyawarah masa Abu Bakar
C. Menjelaskan perang Riddah
D. Menyebutkan kebijakan zakat
E. Menuliskan biografi Abu Bakar
4.
Indikator ranah sikap pada materi masuknya
Islam di Indonesia yang tepat adalah…
A. Menyebutkan teori Gujarat
B. Menjelaskan teori Makkah
C. Menghargai tradisi lokal sebagai media dakwah
D. Menghafal tokoh penyebar Islam
E. Menjelaskan jalur perdagangan
5.
Indikator berpikir dinamis pada materi
Dinasti Ayyubiyah adalah…
A. Menghafal nama khalifah
B. Menjelaskan tahun berdiri
C. Menganalisis faktor kemajuan dan keruntuhan
D. Menyebutkan ibu kota
E. Mengidentifikasi wilayah kekuasaan
6.
Dalam pendekatan PBL materi Arab Pra Islam,
analisis struktur keilmuan yang tepat adalah…
A. Langsung memberi kesimpulan
B. Memberi ceramah penuh
C. Mengajukan masalah sosial Arab jahiliyah untuk dianalisis
D. Memberikan hafalan
E. Menugaskan rangkuman
7.
Pendekatan PjBL pada materi hijrah Nabi
sebaiknya diawali dengan…
A. Tes lisan
B. Proyek peta perjalanan hijrah
C. Ceramah 2 jam
D. Hafalan tanggal
E. Ringkasan individu
8.
Evaluasi DBL pada materi Khulafaur Rasyidin
dilakukan dengan…
A. Tes hafalan
B. Studi kasus kepemimpinan
C. Ulangan harian
D. Tugas rangkuman
E. Tes pilihan ganda
9.
Urutan logis perkembangan ilmu masa Utsman
adalah…
A. Konflik – kodifikasi – ekspansi
B. Kodifikasi Al-Qur’an – stabilitas – perkembangan ilmu
C. Ekspansi – wafat – konflik
D. Fitnah – perang – damai
E. Hijrah – dakwah – ekspansi
10.
Deep Learning pada materi masuknya Islam ke
Asia Tenggara dilakukan dengan…
A. Menghafal tahun
B. Diskusi mendalam faktor sosial budaya
C. Ceramah
D. Rangkuman
E. Tes lisan
11.
Evaluasi faktor runtuhnya Dinasti Ayyubiyah
yang logis adalah…
A. Tahun berdiri
B. Nama khalifah
C. Analisis konflik internal dan eksternal
D. Letak geografis
E. Silsilah
12.
Penguatan nilai P5 dalam SKI ditunjukkan
dengan…
A. Hafalan sejarah
B. Diskusi kolaboratif
C. Tes tertulis
D. Ceramah
E. Rangkuman
13.
Implementasi PPRA dalam pembelajaran adalah…
A. Menghafal peristiwa
B. Menunjukkan sikap toleransi
C. Tes objektif
D. Ceramah
E. Ringkasan
14.
Konsep wasathiyyah menekankan pada sikap…
A. Ekstrem
B. Fanatik
C. Moderat dan adil
D. Liberal tanpa batas
E. Individualis
15.
Alasan moderasi beragama penting diajarkan
adalah…
A. Agar hafal teori
B. Menghindari konflik dan radikalisme
C. Menambah nilai
D. Tuntutan kurikulum
E. Mengisi waktu
16.
Rancangan PBL materi Arab Pra Islam diawali
dengan…
A. Memberi soal
B. Menyajikan masalah sosial jahiliyah
C. Ceramah
D. Hafalan
E. Rangkuman
17.
PBL hijrah Nabi sebaiknya fokus pada…
A. Tanggal hijrah
B. Strategi bertahan hidup di Madinah
C. Hafalan sahabat
D. Ringkasan
E. Ceramah
18.
Integrasi teknologi pada materi Abu Bakar
dilakukan dengan…
A. Buku teks saja
B. Video dokumenter interaktif
C. Hafalan
D. Ceramah
E. LKS saja
19.
Pembelajaran berbasis perbedaan individu pada
materi Utsman dilakukan dengan…
A. Satu metode untuk semua
B. Diferensiasi tugas
C. Ceramah penuh
D. Tes lisan
E. Hafalan
20.
Strategi dakwah Walisongo dapat diajarkan
dengan…
A. Hafalan nama
B. Simulasi budaya
C. Ceramah
D. Tes objektif
E. Rangkuman
21.
Pemanfaatan teknologi dalam tradisi Islam
Nusantara adalah…
A. Poster digital budaya
B. Ceramah
C. Hafalan
D. Tes
E. Ringkasan
22.
Deep learning Dinasti Umayyah dilakukan
dengan…
A. Hafalan
B. Analisis sebab berdiri
C. Ceramah
D. Ringkasan
E. Tes
23.
Pengembangan kreativitas pada materi
keruntuhan Umayyah dapat melalui…
A. Hafalan
B. Proyek infografis
C. Tes lisan
D. Ceramah
E. Ringkasan
24.
Kolaborasi pada pendidikan karakter dapat
dilakukan melalui…
A. Diskusi kelompok
B. Tes tulis
C. Hafalan
D. Ceramah
E. Ringkasan
25.
TPACK pada moderasi beragama berarti…
A. Menggunakan teknologi saja
B. Mengintegrasikan materi, pedagogi, dan teknologi
C. Ceramah digital
D. Tes online
E. Hafalan
26–35.
(Pola soal serupa: memilih strategi
pembelajaran yang aman, nyaman, adaptif, progresif sesuai konteks materi.)
36.
Asesmen sikap pada materi Arab Pra Islam
dapat berupa…
A. Tes pilihan ganda
B. Observasi sikap
C. Tes lisan
D. Rangkuman
E. Hafalan
37.
Instrumen asesmen PjBL hijrah Nabi yang tepat
adalah…
A. Rubrik proyek
B. Tes hafalan
C. Ceramah
D. Rangkuman
E. Pilihan ganda
38.
Asesmen DL Abu Bakar sesuai lingkungan belajar
adalah…
A. Studi kasus
B. Hafalan
C. Tes objektif
D. Ceramah
E. Ringkasan
39.
Instrumen keterampilan masa Utsman adalah…
A. Rubrik presentasi
B. Tes hafalan
C. Ceramah
D. Ringkasan
E. Tes lisan
40.
Teknik asesmen sejarah Islam Afrika sesuai
tujuan adalah…
A. Proyek analisis
B. Hafalan
C. Tes singkat
D. Ceramah
E. Rangkuman
41.
Disajikan pembelajaran materi Tokoh-tokoh
Ilmuwan Islam di Afrika dan Eropa, guru ingin menilai aspek keterampilan
berpikir kritis sesuai tujuan pembelajaran. Instrumen asesmen yang paling tepat
adalah…
A. Tes hafalan nama tokoh
B. Pilihan ganda tentang tahun lahir
C. Rubrik penilaian presentasi analisis kontribusi tokoh
D. Tes benar-salah
E. Daftar hadir
42.
Dalam pembelajaran proses berdirinya Dinasti
Umayyah di Andalusia, hasil asesmen sebelumnya menunjukkan peserta didik kurang
dalam analisis sebab-akibat. Teknik asesmen lanjutan yang tepat adalah…
A. Tes hafalan kronologi
B. Ceramah ulang
C. Studi kasus analisis faktor politik dan sosial
D. Tes isian singkat
E. Penugasan rangkuman
43.
Guru mengevaluasi materi Sistem Pemerintahan
Islam Dinasti Umayyah di Andalusia dengan mempertimbangkan hasil asesmen
sebelumnya yang rendah pada aspek kolaborasi. Instrumen yang tepat adalah…
A. Tes objektif individu
B. Observasi kerja kelompok dengan rubrik kolaborasi
C. Tes lisan
D. Hafalan individu
E. Ulangan harian
44.
Pada pembelajaran Pendidikan Nilai dan
Karakter, hasil asesmen awal menunjukkan sebagian peserta didik kurang
menunjukkan sikap tanggung jawab. Teknik asesmen yang tepat untuk memperbaiki
proses pembelajaran adalah…
A. Tes pilihan ganda
B. Observasi sikap dengan jurnal refleksi
C. Hafalan teori karakter
D. Tes benar-salah
E. Ringkasan materi
45.
Dalam materi implementasi moderasi beragama
di Indonesia, guru ingin menilai aspek sikap dengan mempertimbangkan hasil
asesmen awal. Instrumen asesmen yang paling tepat adalah…
A. Tes hafalan definisi moderasi
B. Rubrik penilaian sikap toleransi dalam diskusi
C. Tes isian
D. Ulangan tertulis
E. Rangkuman individu
46.
Best practice perencanaan hijrah Nabi adalah…
A. Ceramah dominan
B. Integrasi konten, pedagogi dan teknologi
C. Hafalan
D. Tes
E. Ringkasan
47.
Refleksi pelaksanaan pembelajaran Utsman
mencakup…
A. Materi saja
B. Pedagogi saja
C. Konten, pedagogi dan teknologi
D. Nilai saja
E. Hafalan
48.
Evaluasi Dinasti Ayyubiyah yang baik
mempertimbangkan…
A. Gaya belajar peserta didik
B. Hafalan
C. Ceramah
D. Tes
E. Ringkasan
49.
Guru profesional di era AI harus…
A. Anti teknologi
B. Adaptif dan terus belajar
C. Menghindari inovasi
D. Mengajar monoton
E. Fokus hafalan
50.
Penggunaan AI dalam SKI harus diarahkan
untuk…
A. Menggantikan guru
B. Membantu pembelajaran bermakna
C. Hafalan cepat
D. Tes otomatis
E. Ringkasan
✅
KUNCI JAWABAN & PEMBAHASAN
1. C
Pembahasan: Ranah sikap menekankan internalisasi nilai. Sikap syukur atas diutusnya
Nabi menunjukkan peningkatan iman dan akhlak.
2. C
Pembahasan: Kata kerja menganalisis menunjukkan kemampuan berpikir kritis
(C4).
3. B
Pembahasan: Proyek diskusi kelompok melatih keterampilan kolaborasi/gotong royong.
4. C
Pembahasan: Ranah sikap tercermin dari perilaku menghargai tradisi sebagai media
dakwah.
5. C
Pembahasan: Berpikir dinamis ditunjukkan melalui analisis faktor kemajuan dan
keruntuhan.
6. C
Pembahasan: PBL dimulai dari penyajian masalah kontekstual untuk dianalisis peserta
didik.
7. B
Pembahasan: PjBL diawali proyek konkret, misalnya membuat peta perjalanan hijrah.
8. B
Pembahasan: DBL (Discovery Based Learning) menekankan penemuan melalui studi kasus.
9. B
Pembahasan: Kodifikasi Al-Qur’an → stabilitas → berkembangnya ilmu adalah alur
logis.
10. B
Pembahasan: Deep Learning menekankan pemahaman mendalam, bukan hafalan.
11. C
Pembahasan: Evaluasi logis menuntut analisis konflik internal dan eksternal.
12. B
Pembahasan: Nilai P5 berkembang melalui kolaborasi dan aktivitas partisipatif.
13. B
Pembahasan:
PPRA menekankan sikap toleransi dan rahmatan lil ‘alamin.
14. C
Pembahasan:
Wasathiyyah berarti moderat, adil, dan seimbang.
15. B
Pembahasan:
Moderasi beragama mencegah radikalisme dan konflik sosial.
16. B
Pembahasan: PBL selalu diawali masalah nyata untuk dipecahkan.
17. B
Pembahasan: Fokus pada strategi bertahan hidup menunjukkan analisis kontekstual.
18. B
Pembahasan: Integrasi teknologi = penggunaan media digital interaktif.
19. B
Pembahasan: Diferensiasi tugas sesuai kebutuhan individu.
20. B
Pembahasan: Simulasi budaya membantu pemahaman kontekstual strategi dakwah.
21. A
Pembahasan: Poster digital menunjukkan integrasi teknologi.
22. B
Pembahasan: Analisis sebab berdiri Dinasti Umayyah = berpikir kritis.
23. B
Pembahasan: Proyek infografis melatih kreativitas (C6).
24. A
Pembahasan: Kolaborasi tumbuh melalui diskusi kelompok.
25. B
Pembahasan: TPACK = integrasi teknologi, pedagogi, dan konten.
26. B
Pembahasan: PBL menciptakan suasana aman dengan diskusi terbuka berbasis masalah.
27. B
Pembahasan: PjBL membuat pembelajaran nyaman melalui proyek bermakna.
28. B
Pembahasan: DBL memberi pengalaman belajar membahagiakan melalui penemuan.
29. B
Pembahasan: Deep Learning menciptakan suasana akomodatif dan reflektif.
30. B
Pembahasan: TPACK membuat pembelajaran adaptif terhadap perkembangan zaman.
31. B
Pembahasan: Model berbasis konseling menciptakan suasana progresif dan suportif.
32. B
Pembahasan: Pelayanan ABK memastikan lingkungan akomodatif.
33. B
Pembahasan: Pendekatan relevan dan kontekstual menjadikan lingkungan adaptif.
34. B
Pembahasan: Pendekatan partisipatif membuat pembelajaran progresif.
35. B
Pembahasan: Diskusi reflektif menciptakan suasana membahagiakan.
36. B
Pembahasan: Asesmen sikap paling tepat melalui observasi.
37. A
Pembahasan: PjBL dinilai dengan rubrik proyek.
38. A
Pembahasan: DL cocok dengan studi kasus analitis.
39. A
Pembahasan: Keterampilan dinilai dengan rubrik presentasi.
40. A
Pembahasan: Proyek analisis sesuai tujuan berpikir kritis.
41. C
Pembahasan: Keterampilan berpikir kritis diukur melalui rubrik presentasi analisis.
42. C
Pembahasan: Studi kasus memperbaiki kemampuan analisis sebab-akibat.
43. B
Pembahasan: Aspek kolaborasi dinilai melalui observasi dan rubrik kerja kelompok.
44. B
Pembahasan: Sikap tanggung jawab diukur melalui observasi dan jurnal refleksi.
45. B
Pembahasan: Sikap toleransi dinilai melalui rubrik sikap saat diskusi.
46. B
Pembahasan: Best practice mencakup integrasi konten, pedagogi, dan teknologi.
47. C
Pembahasan: Refleksi komprehensif mencakup ketiga aspek (TPACK).
48. A
Pembahasan: Evaluasi berkualitas mempertimbangkan gaya belajar peserta didik.
49. B
Pembahasan: Guru profesional era AI harus adaptif dan terus belajar.
50. B
Pembahasan: AI berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran bermakna, bukan pengganti
guru

Tidak ada komentar:
Posting Komentar